Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa groundbreaking proyek ini akan dilakukan pada akhir Januari 2026. Fokus utama dari investasi Rp20 triliun ini adalah membangun ekosistem peternakan ayam pedaging (broiler) dan petelur (layer) yang terintegrasi secara nasional.
Poin Utama Proyek:
- Dukungan Program MBG: Proyek ini dirancang khusus untuk memastikan ketersediaan pasokan telur dan daging ayam guna menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar lebih dari 80 juta penerima manfaat.
- 12 Pabrik Terintegrasi: Tahap awal mencakup pembangunan 12 unit pabrik peternakan terintegrasi di lokasi-lokasi yang saat ini masih mengalami defisit pasokan protein (seperti di wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur).
- Hilirisasi Modern: Investasi ini tidak hanya untuk kandang, tetapi juga fasilitas produksi bibit ayam modern (Day Old Chick/DOC) dan pabrik pakan. Tujuannya adalah menstabilkan harga pasar yang sering bergejolak akibat keterbatasan bibit dan pakan.
- Kemitraan Peternak Rakyat: Danantara akan memposisikan BUMN sebagai penyedia hulu (pakan dan bibit), sementara peternak rakyat dilibatkan di sisi budidaya dengan jaminan harga dan serapan pasar.
Emiten Saham yang Terdampak Positif
Suntikan dana sebesar Rp20 triliun ini memberikan angin segar bagi sektor Consumer Non-Cyclicals, khususnya sub-sektor Poultry (Perunggasan). Berikut adalah sektor dan emiten yang diprediksi akan menerima dampak positif:
1. Sektor Perunggasan (Integrated Poultry) Emiten di sektor ini diuntungkan karena mereka memiliki infrastruktur breeding dan feedmill (pabrik pakan) yang sudah matang. Mereka berpotensi menjadi mitra strategis Danantara dalam penyediaan teknologi maupun pengelolaan ekosistem.
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): Pemimpin pasar dengan fokus kuat pada broiler dan pakan ternak.
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Memiliki jaringan distribusi yang luas dan sangat siap mendukung program pemerintah.
- PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN): Berpotensi mendapatkan kenaikan volume permintaan pakan dan DOC.
- PT Dewi Shri Farmindo Tbk (AYAM): Sebagai emiten peternakan, sentimen proyek ini sering kali memicu spekulasi positif pada pergerakan harga sahamnya
3. Sektor Perbankan (Financing) Meskipun dana awal berasal dari Danantara, ekosistem besar ini akan mendorong kredit mikro dan UMKM bagi peternak mandiri yang ingin terlibat dalam rantai pasok proyek ini.
Aspek Dampak Terhadap Emiten
Volume Penjualan Meningkat signifikan karena adanya serapan pasti dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Stabilitas Harga Intervensi pemerintah melalui Danantara diharapkan mengurangi volatilitas harga jagung (bahan baku pakan) dan DOC.
Kinerja Keuangan Potensi peningkatan laba bersih di kuartal II-2026 seiring dimulainya pembangunan dan operasional tahap awal.
Catatan Penting: Investor perlu mencermati skema final keterlibatan swasta. Jika pemerintah (melalui BUMN) terlalu dominan di sisi hulu, hal ini bisa menjadi tantangan bagi bargaining power emiten swasta. Namun, dalam jangka pendek, sentimen ini dipandang sangat positif bagi pertumbuhan industri secara keseluruhan.