Serang, 12 Desember 2025 - Orderbook (Buku Pesanan) adalah jendela pasar yang paling penting bagi trader dan investor. Ini adalah daftar real-time dari semua pesanan beli (Bid) dan pesanan jual (Ask atau Offer) yang menunggu untuk dieksekusi pada berbagai tingkat harga. Memahami Orderbook adalah kunci untuk menganalisis supply dan demand suatu saham pada saat tertentu.
I. Struktur Dasar Orderbook
Pada gambar Orderbook saham BBYB, terdapat dua kolom utama yang harus Anda fokuskan:
| Kolom | Definisi | Warna di Orderbook |
| BID (Permintaan Beli) | Harga tertinggi yang siap dibayar oleh investor untuk membeli saham. | Merah (Biasanya di sisi kiri) |
| ASK/OFFER (Penawaran Jual) | Harga terendah yang diminta oleh penjual untuk menjual saham mereka. | Hijau (Biasanya di sisi kanan) |
Kedua sisi ini bertemu di tengah, dengan harga Ask (jual) selalu lebih tinggi dari harga Bid (beli). Transaksi akan terjadi hanya ketika harga Bid bertemu atau sama dengan harga Ask.
II. Membaca Data Baris per Baris (Kasus BBYB)
Mari kita fokus pada data di tengah, tempat harga bertemu:
| Lot | Bid | Ask | Lot |
| 10,869 | 470 | 472 | 7,090 |
Harga Tertinggi Bid (Baris Atas Kiri): Rp 470
Ada 10.869 Lot (setara $1.086.900$ lembar saham) yang siap membeli saham BBYB dengan harga tertinggi Rp 470.
Ini adalah harga beli terbaik yang tersedia.
Harga Terendah Ask (Baris Atas Kanan): Rp 472
Ada 7.090 Lot (setara $709.000$ lembar saham) yang siap menjual saham BBYB dengan harga termurah Rp 472.
Ini adalah harga jual terbaik yang tersedia.
Kesenjangan Harga (Spread): Selisih antara Bid terbaik (Rp 470) dan Ask terbaik (Rp 472) adalah Rp 2. Kesenjangan ini menunjukkan seberapa likuid saham tersebut.
Cara Transaksi Terjadi:
Jika Anda ingin langsung membeli BBYB, Anda harus memasukkan pesanan di harga Rp 472 (harga Ask terbaik), dan pesanan Anda akan langsung dieksekusi melawan 7.090 Lot yang menunggu di sana.
Jika Anda ingin langsung menjual BBYB, Anda harus memasukkan pesanan di harga Rp 470 (harga Bid terbaik), dan pesanan Anda akan langsung dieksekusi melawan 10.869 Lot yang menunggu di sana.
Jika Anda ingin memasukkan pesanan di antara Rp 470 dan Rp 472 (misalnya Rp 471), pesanan Anda akan mengantri dan tidak akan dieksekusi sampai harga pasar bergerak ke arah tersebut.
III. Analisis Kekuatan Demand dan Supply (Total Lot)
Di bagian paling bawah kolom Orderbook, terdapat total akumulasi pesanan:
| Total Lot Bid | Total Lot Ask |
| 215,827 Lot | 181,565 Lot |
Total Bid (Permintaan Beli): Ada total 215.827 Lot yang mengantri untuk membeli saham BBYB di semua harga Bid yang tersedia (dari Rp 470 ke bawah). Ini mewakili kekuatan permintaan.
Total Ask (Penawaran Jual): Ada total 181.565 Lot yang mengantri untuk menjual saham BBYB di semua harga Ask yang tersedia (dari Rp 472 ke atas). Ini mewakili kekuatan penawaran.
Interpretasi Kasus BBYB:
Karena Total Lot Bid (215.827) lebih besar daripada Total Lot Ask (181.565), hal ini mengindikasikan bahwa Permintaan Beli (Demand) lebih kuat daripada Penawaran Jual (Supply) secara agregat. Jika permintaan terus mendominasi, ada potensi harga saham BBYB cenderung naik, karena Bidder akan terdorong untuk membeli di harga Ask yang lebih tinggi.
IV. Fungsi Kolom Lain
Selain Bid dan Ask, Orderbook juga menyajikan data pendukung:
Freq (Frequency): Jumlah kali transaksi terjadi pada level harga tertentu.
Lot (pada sisi Bid/Ask): Jumlah Lot yang sedang mengantri di level harga tersebut.
Keystats (Data Utama Saham BBYB):
Open (484): Harga pembukaan hari ini.
Prev (468): Harga penutupan hari sebelumnya.
High (498), Low (470): Rentang harga tertinggi dan terendah hari ini.
Lot (2.68M): Total Lot yang telah diperdagangkan hari ini.
Dengan memahami Orderbook, investor dapat memprediksi pergerakan harga jangka pendek dan menempatkan pesanan beli atau jual secara lebih strategis.

