Transformasi Energi Hijau, FUTR Sambut Pengendali Baru dan Siapkan Rights Issue Jumbo

Serang, 10 Desember 2025PT Futura Energi Global Tbk (FUTR), emiten yang sebelumnya bergerak di bidang agensi periklanan, kini tengah memasuki babak baru yang sangat transformatif. Perusahaan resmi berganti kendali dan bersiap menggeber aksi korporasi besar berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (Rights Issue) yang ditujukan untuk membiayai ambisi mereka di sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT).



Pengendali Baru dan Perubahan Arah Bisnis

Perubahan fundamental FUTR dipicu oleh masuknya PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara) sebagai pemegang saham pengendali baru. Ardhantara mengakuisisi saham FUTR dari pemegang saham sebelumnya.

Aksi korporasi ini bukan sekadar pergantian kepemilikan biasa, melainkan menjadi pintu masuk bagi FUTR untuk bertransformasi menjadi holding energi hijau, khususnya di sektor EBT. Pengendali baru, yang memiliki pengalaman di bidang energi, berencana mengarahkan FUTR untuk memayungi proyek-proyek energi yang sejalan dengan standar internasional.

Proyek Jumbo dan Rencana Rights Issue

Inti dari transformasi ini adalah rencana Ardhantara untuk menyuntikkan aset berbasis energi terbarukan ke dalam FUTR. Salah satu aset utama yang disiapkan adalah proyek geotermal (panas bumi) Gunung Slamet yang saat ini digarap oleh anak usaha Ardhantara, yaitu PT Sejahtera Alam Energy (SAE).

  • Target Kapasitas : Proyek geotermal Gunung Slamet ini memiliki potensi kapasitas listrik yang signifikan, ditargetkan mencapai sekitar 220 Megawatt (MW).
  • Investasi Awal : Untuk mendukung fase awal pengembangan ini, diumumkan rencana investasi awal yang mencapai lebih dari US$ 85 juta atau setara sekitar Rp 1,5 triliun.

Untuk merealisasikan investasi besar dan pengembangan proyek EBT ini, FUTR berencana melakukan aksi korporasi Rights Issue Jumbo. Rencana ini ditargetkan akan dilaksanakan pada tahun 2026, setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang juga akan membahas perubahan kegiatan usaha perseroan.



Implikasi Bagi Saham FUTR

Rencana rights issue jumbo dan perubahan haluan bisnis ke sektor EBT yang seksi telah memicu respons signifikan di pasar saham. Sebelum disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena kenaikan harga kumulatif yang signifikan, saham FUTR telah melonjak drastis.

Pergerakan harga yang tajam ini mengindikasikan tingginya antisipasi investor terhadap potensi backdoor listing dan masuknya aset-aset besar ke dalam perusahaan. Aksi korporasi rights issue seringkali menjadi momen krusial di mana pemegang saham pengendali menyuntikkan dana atau aset bernilai tinggi (seperti proyek EBT) untuk mengembangkan perusahaan secara masif.

Para investor saat ini mencermati perkembangan FUTR, menunggu detail lebih lanjut mengenai:

  • Jadwal pasti RUPS dan pelaksanaan rights issue.
  • Valuasi aset yang akan disuntikkan oleh pengendali baru.
  • Detail mengenai bisnis plan, termasuk target waktu eksplorasi dan produksi energi.

Transformasi FUTR menjadi perusahaan energi hijau dengan dukungan proyek geotermal yang ambisius menandai sebuah langkah berani yang berpotensi mengubah lanskap bisnis perseroan dan memberikan value added bagi para pemegang saham di masa depan.


Penting: Informasi ini bersifat ringkasan berita korporasi yang telah dipublikasikan dan bukan merupakan saran investasi. Investor disarankan untuk melakukan analisis mendalam (due diligence) sebelum mengambil keputusan investasi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama