Serang, 12 Desember 2025 - PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA), bank digital yang didukung oleh ekosistem besar seperti Grab dan Emtek, telah resmi menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) sahamnya dan mengonfirmasi bahwa IPO mereka mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).
Antusiasme investor terhadap penawaran saham perdana SUPA terlihat jelas sejak masa bookbuilding (penawaran awal), yang menunjukkan permintaan yang melebihi jumlah saham yang dilepas ke publik.
Data Utama IPO SUPA
| Detail | Informasi Terbaru |
| Nama Emiten | PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) |
| Sektor | Financials (Bank Digital) |
| Harga Final IPO | Rp 635 per saham |
| Rentang Harga Bookbuilding | Rp 525 - Rp 695 per saham |
| Jumlah Saham Ditawarkan | 4.406.612.300 lembar (44.066.123 Lot) |
| Potensi Dana IPO | Hingga sekitar Rp 3 triliun |
| Masa Bookbuilding | 25 November – 1 Desember 2025 |
| Masa Penawaran Umum | 10 Desember – 15 Desember 2025 |
| Tanggal Penjatahan | 15 Desember 2025 |
| Tanggal Pencatatan (Listing) | 17 Desember 2025 |
(Sumber: Prospektus e-IPO dan berita pasar modal, data per 12 Desember 2025)
Over-Subscription dan Penetapan Harga
Penetapan harga final di Rp 635 per saham menunjukkan permintaan yang kuat, karena harga ini berada di titik tengah dari rentang harga penawaran awal. Umumnya, penetapan harga di tengah atau atas rentang menunjukkan tingginya minat dari investor institusi maupun ritel selama masa bookbuilding, yang kemudian menghasilkan status oversubscribed.
Direktur Utama Mandiri Sekuritas, salah satu penjamin pelaksana emisi (underwriter) IPO SUPA, telah mengonfirmasi bahwa penawaran awal saham Superbank dipesan melebihi total jumlah saham yang ditawarkan, atau oversubscribed.
Namun, dalam beberapa diskusi pasar dan media sosial investor (Stockbit), ada spekulasi atau rumor yang menyebutkan bahwa angka partisipasi telah mencapai 900.000+ hingga 1,1 juta orang yang sudah melakukan pemesanan (SID). Perlu digarisbawahi bahwa angka ini bukan data resmi dan terverifikasi dari otoritas bursa/perusahaan.
Faktor Pendorong Tingginya Permintaan
Ada beberapa faktor utama yang disorot oleh analis yang mendorong tingginya permintaan terhadap IPO SUPA:
Dukungan Ekosistem Kuat: Kehadiran Grab dan Emtek sebagai pemegang saham utama memberikan keuntungan ekosistem yang masif, yang diyakini dapat mempercepat penetrasi pasar dan pertumbuhan pengguna Superbank.
Valuasi Kompetitif: Beberapa analis menilai bahwa valuasi SUPA, yang tercermin dari rasio Price to Book Value (PBV) saat IPO, berada di level yang lebih konservatif atau relatif murah jika dibandingkan dengan kompetitor bank digital lainnya, sehingga menarik minat investor yang mencari potensi re-rating.
Potensi Pertumbuhan Bank Digital: Sektor bank digital di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, didorong oleh literasi digital dan kebutuhan layanan keuangan yang lebih efisien.
Alokasi Dana Jelas: Sekitar 70% dana IPO akan dialokasikan untuk modal kerja penyaluran kredit, dan 30% untuk belanja modal, seperti pengembangan teknologi dan infrastruktur.
